Bekali PMI Purna dengan Keterampilan Usaha, Disperinaker Klaten Gelar Pelatihan Olahan Makanan
Pulang dari bekerja di luar negeri bukan berarti harus kembali tanpa rencana. Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna, kepulangan justru dapat menjadi awal untuk membuka lembaran baru, membangun usaha, dan menciptakan kemandirian ekonomi di daerah asal.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Pelatihan Olahan Makanan bagi PMI Purna yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Klaten. Pelatihan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna asal Klaten. Kagiatan akan berlangsung selama delapan hari, mulai tanggal 7 sampai dengan 15 September 2026 di LPK Yurina Erbe Barokah, Krajan, Desa Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko, dan diikuti oleh 20 peserta.
Pelatihan ini tidak sekadar mengajarkan cara mengolah makanan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang bagi para PMI Purna untuk menambah keterampilan sekaligus melihat peluang baru yang dapat dikembangkan setelah kembali ke tanah kelahiran.
Dari Dapur, Menjadi Peluang Usaha
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Disperinaker Kabupaten Klaten, Hj. Luciana Rina Damayanti, S.IP., MM, menyampaikan bahwa kepulangan dari luar negeri dapat menjadi awal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.
Menurutnya, usaha pengolahan makanan memiliki peluang yang cukup potensial karena Kabupaten Klaten memiliki beragam bahan pangan dan produk lokal yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Kreativitas, inovasi, pengemasan yang baik, serta pemanfaatan teknologi pemasaran digital menjadi kunci agar produk mampu bersaing di pasar.
“Harapannya, peserta tidak hanya mampu menghasilkan makanan yang enak dan menarik, tetapi juga memiliki bekal untuk mengembangkan produk yang memiliki daya saing,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Kepala Disperinaker.
Karena membangun usaha tidak cukup hanya dengan bisa memasak, pelatihan juga diarahkan pada berbagai pengetahuan pendukung. Peserta diharapkan memahami pentingnya menjaga kualitas dan kebersihan produk, teknik pengemasan, menghitung biaya dan harga jual, perizinan usaha, pemasaran, hingga pemanfaatan media digital.
Belajar, Praktik, dan Berani Memulai
Selama pelatihan, peserta didorong untuk aktif mengikuti setiap materi, berdiskusi dengan instruktur, serta mempraktikkan keterampilan yang diperoleh. Proses belajar tersebut diharapkan tidak berhenti ketika pelatihan selesai, tetapi dapat diteruskan menjadi langkah nyata dalam mengembangkan usaha.
Kepala Disperinaker juga berpesan agar para peserta menjadikan pelatihan ini bukan sekadar kesempatan untuk memperoleh sertifikat, melainkan sebagai langkah awal membangun usaha yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Disperinaker Kabupaten Klaten berharap 20 PMI Purna peserta pelatihan dapat membawa pulang lebih dari sekadar pengetahuan. Ada keterampilan baru, keberanian untuk mencoba, serta peluang untuk mengembangkan usaha dari potensi yang ada di sekitar.
Pemerintah Kabupaten Klaten terus mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk PMI Purna. Dengan demikian, kepulangan dari luar negeri dapat menjadi momentum untuk menata masa depan, membangun usaha, dan menciptakan kehidupan yang lebih baik di Kabupaten Klaten.
Dari pengalaman bekerja di luar negeri, kini saatnya membawa pulang keterampilan dan mengubahnya menjadi peluang.
What's Your Reaction?




